Gap Year udah 4 bulanan, dapet apa aja sih?

Assalamu’alaikum guys!
Hari ini gue mau cerita tentang kesan dan hikmah yang bisa gue ambil untuk kehidupan gue selama gap year 4 bulan ini. Cause gap year really opened my mind bro! About many things in my life. Enaknya gue atau gua ya? Wkwkkw, sbenernya biasa pake aku kamu sih. Yaudah kita campur aduk aja ya, antara gue, aku, dan saya (lol :v)
Key, jadi langsung aja dibaca poin-poin berikut yaa…
Jatuh cinta dengan ilmu
“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.” –imam syafi’i
Yang ini sepertinya berasa banget ya pas awal-awal gap year. Karna gagal SBM membuat saya merasakan perihnya kebodohan, dan harus bangkit lagi untuk belajar lebih sungguh-sungguh.
Kemudian, setelah berlibur selama beberapa minggu, saya mengikuti kajian-kajian rutin di masjid sementara Griya Tugu Asri setiap hari senin sampai rabu. Kadang bolos sih kajian seninnya wkwkwk.. kajian disana membahas seputar pengetahuan agama islam lah. Such as Bahasa arab, tafsir, dan fiqh bulughul maram. Dan yang paling saya suka adalah kajian tafsir. Karna dari situ kita bisa mentaddaburi al-qur’an yang selama ini hanya kita baca Bahasa arabnya saja. Dan dari sini saya merasa bahwa ilmu Allah itu sangat luas ya! Dari satu huruf saja sudah ada makna tersendirinya. Dari setiap pertemuan kajian tafsir ini saya lebih mengetahui kebesaran Allah, Al-‘Aliim.
Dari Bahasa arab aku juga mendapatkan materi tafsir sedikit-sedikit. Pernah ustadz Ali berkata kepada kami bahwa kalua mau mempelajari ilmu dari berbagai bidang, pelajari dulu Al-Qur’an!. Sejenak aku teringat sejarah para ulama terdahulu belajar, para pemimpin khususnya Muhammad Al-Fatih (salah satu sultan turki utsmani / ottoman ) dimana mereka belajar langsung ke para ulama dalam majlis ilmu yang begitu adem wkwk. Aku juga tahu bahwa sejarah telah mencatat berbagai ilmuwan muslim yang karyanya luar biasa dari berbagai bidang. Poin yang penting yang harus kita lihat adalah mereka pandai dalam ilmu agama dan mereka mentadaburi al-qur’an sebagai landasan ilmu mereka! Ini menambah semangat ku untuk menuntut ilmu agama.
Aku juga terinspirasi oleh snapgram @shellypurnama yang mengutip perkataan temannya, yaitu “harusnya tuh ya shel, bukan ahli kimia pinter agama, tapi ahli agama pinter kimia…” sebenernya omongannya masih panjang, yang mau tahu snapgram lengkapnya boleh dm aku di @izzah.asy :v
Lalu aku-pun mulai membeli buku-buku yang berhubungan dengan islam, terutama sejarah islam (berkat @edgarhamas aku jadi jatuh cinta dengan sejarah islam wkwk, kuy cek ig-nya). Buku yang pertama ku beli adalah “gambar itu haram?” oleh @bangdzia.
Nah, aku mulai berpikir disini, ternyata selama di sekolah aku terlalu sibuk bergelut dengan tugas-tugas dan lupa kalau ilmu agama ku itu masih sangat minim. Alhamdulillah aku gap year, jadi sempet belajar agama. Meski begitu, kalian jangan nunggu libur trus belajar agama dalem-dalem wkwk. Dalami agama mulai dari sekarang!
Dalam sebuah
hadis Qudsi, Allah berfirman ”Aku cinta
tiga jenis manusia, tetapi Aku jauh lebih cinta kepada tiga jenis manusia lainnya.
Aku cinta orang yang bersifat pemurah, tetapi Aku lebih cinta orang miskin yang
pemurah, Aku cinta orang miskin yang rendah hati, tetapi Aku lebih cinta orang
kaya yang rendah hati, Aku cinta orang
tua yang bertaubat, tetapi Aku lebih cinta orang muda yang bertaubat.”
Pokoknya selama gapyear aku merasakan banget tuh manisnya ilmu. Gapapah kebanyakan ngonsumsi manisnya ini, gabakal diabetes kok. Insya Allah orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah, tapi dengan syarat dia beriman dan mendekatkan dirinya dengan Allah karna ilmunya. Jangan sampai karna ga belajar agama, orang yang berilmu banget malah jadi ateis ckck, bahaya tuh.
Menghargai guru, gurumu baik banget lho!!
Nah..kalo disini quotes yang ngena adalah yang dikatakan oleh sepupunya rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Lihat perkataannya bukan orangnya , mengingatkan saya pada pak guru LM inggris SMAN 2 Depok yang membuat murid-muridnya jenuh dengannya wkwk. Pas saya lulus, baru tuh berasa banget kalo ilmu yang dia beri itu bener-bener berguna, terutama metode belajar Bahasa inggrisnya. Disini saya merasa kok saya dulu gak suka ya kalo dia ngajar, eh sekarang malah suka metode ngajarnya.. singkat cerita, hargai gurumu siapa pun itu! Dia udh ngasih ilmunya ke kita lhoo..
Nah kalo di kajian itu gurunya lebih top lagi! Gimana engga, kita bisa belajar adab sekaligus dari dia bro! dimana para ustadz itu tidak kita bayar, namun dia mengajari kita dengan penuh semangat. Kebayang ga? Dia pergi dari masjid yang satu ke yang lain, bahkan beda daerah, demi kita, muridnya.
Di kajian-kajian yang kudatangi suasananya tuh adem banget, dikelilingi muslimah yang sholihah, dan pakaian mereka terhormat. Banyak yang pake niqab, serasa belajar layaknya pelajar terdahulu. Bukan berate niqab kuno yah wkwk, justru sekarang tuh niqab lebih ngetrend dari pada dulu. And yes, I love niqab :>
Dan saya sendiri merasakan perjuangan mengajar anak-anak bocah tpa dimana sang guru dites kesabarannya saat mereka kocar-kacir ke segala arah :”v.
Ternyata jadi guru tuh hebat banget ya.. bisa ngatasin anak pecicilan kek gini, thank you to all of my teacher, terutama guru-guru sd saya yang kebingungan mengatasi sifat pendiam saya wkwkwk.
Merasa belum pintar sama sekali
Wah yang ini mah
sudah termasuk bahasan di awal ya wkwkw. Kita tidak boleh sombong kalau kita
sudah mengetahui suatu materi. Karna dari satu materi tersebut masih banyaaaak
sekali ilmu yang belum kita tahu. Contoh surat Al-Fatihah, kita sudah baca
artinya dan merasa sudah mengetahui segalanya tentang surat itu, padahal
sebenarnya masih banyak ilmu Allah dalam 7 ayat surat tersebut.. bahkan
kalaupun kita merupakan ulama tafsir, pasti masih banyak sekali ilmu yang belum
diketahui dari surat Al-Fatihah.. ilmu Allah itu sangat luas guys! J
Nah kalau kita
merasa tidak pintar, maka jangan malas untuk belajar! Misalkan seseorang tidak
mengetahui tentang hukum menutup aurat, orang itu malah tidak mau tahu menahu
tentang ilmu itu. Wah malah kita kena dosa deh karna tidak mau tahu.. “menuntut
ilmu itu hukumnya wajib bagi orang islam”. Yuk terus belajar! Semangat ya
manteman ;)
Suka duka nyari duit
Kalo nyari duit tuh, jadi kepikiran dengan perjuangan yang orang tua kita lakukan demi membiayai pendidikan kita.. ngomong apa lagi ya wkwk, suka nya ketika saya bertemu dengan guru tpa saya pas masih bocah saat sedang belanja bareng adek di ****mart (gaboleh ngiklan :P). ternyata Allah menakdirkan pertemuan itu sebagai permulaan saya berkarir ece-ece. Saya ditawari oleh beliau untuk menjadi guru ngaji di tpq bq yang ternyata deket banget dengan rumah saya. Istilahnya ngesot dikit nyampe wkwkwk. Karna awal-awal gap year gabut juga, saya menerima tawarannya. Lumayan ya, gausah pake ngelamar kemana-mana, ga ada tes, dan lokasi super dekat :D. ” maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan?" (QS Ar-Rahmaan: 13)
Gajinya kalo kalian hitung sih ga gede-gede amat, setidaknya aku bisa shopping buku2 tiap bulan, tanpa minta duit ke ortu… UwU
Kalo dukanya sendiri, yaitu duit gajian ku pernah ilang, padahal mau ikut tryout sbmptn dan udh ngebet beli buku2 :”). Tapi harus ikhlas, memang belum rezekinya beli buku, kita tunggu next month wkkwwkwk.
Ini Indonesia ku?!
Karna ada waktu luang, aku menyempatkan diri untuk membaca berita-berita politik, isu-isu greget, ya.. ambil contoh, lgbt, feminisme, persekusi ulama, dan kebanyakan berita yang tidak ditayang kan media. Gimana kabar umat islam di Indonesia saat ini.. oh, makin banyak yang semangat belajar agama dilihat dari kuantitas peserta kajian yang saya ikuti atau yang say abaca beritanya (muslim united, banyak bro yang ikut.. Allahu Akbar) tapi seiring berita itu, juga terdapat berita-berita yang miris. Dimana lgbt makin marak, (grup wa lgbt yang anggotanya smp/sma,acara-acara gay yang diselenggarakan secara publik,adanya kontes gay di bali, lucinta yang tampil di layar televisi Indonesia yang mana berarti merupakan kampanye transgender, dan masih banyak lagi, Na’udzubillah). Gap year ini, jadikan kesempatan kita untuk membuka mata kita terhadap keadaan di dunia ini. Especially, selain agar tahu kabar saudara seiman kita (Uighur,rohingya, gaza, palu, donggala, Lombok), kita juga jadi lebih memperhatikan masyarakat, dan rasanya ingin membuat masyarakat yang islami (bacalah berita bukan dari kompas, global, metro.. cari lah media yang dimiliki muslim, namun muslim tersebut promuslim, sehingga media itu menyampaikan kebenaran dengan memberitahu apa yang terjadi tanpa ada ditambah-tambah bumbu kebohongan). Bagaimana cara tahu media yang pro muslim, disinilah pentingnya ikut kajian, dan membaca buku2 islami, dan berfikir jernih.
Indahnya jalan dakwah
Wah inilah yang membuat hati gua menjadi lebih perhatian dan peduli dengan keadaan masyarakat sekitar yang belum mengetahui keindahan agamanya sendiri, islam…
Dari poin 5, saya memikirkan nasib anak2 smp yang tak tahu apa2, mereka awam terhadap islam sendiri. “kalau bukan anda, siapa? Kalau ga dari sekarang, kapan?” (misal ada kemunkaran, namun taka da yang tergerak untuk mencegahnya), “tetaplah di jalan dakwah atau tergantikan!”, dan “kita yang butuh dakwah, bukan dakwah yang butuh kita” Ini untuk saya sendiri, dan semoga pembaca bisa mengingat kata-kata ini.
Jadi dewasa?
Baca sejarah Mehmet II itu wah banget. Seorang pria sholih yang menjadi sultan 12 tahun, menaklukkan konstantinopel di umur 21 tahun, hafal quran, ga pernah bolong tahajjud dan rawatib bro!. coba renungkan, sekarang umur 18 thn, berarti 3 tahun lagi kita akan berumur 21 tahun seperti Muhammad Al-Fatih saat menaklukkan benteng itu. Coba, apa yang sudah kita persiapkan untuk umur 21 tahun itu. Apa sudah mendalami ilmu islam dan Al-Qur’an? Apa ibadah sudah dicoba untuk istiqamah satu hal aja. Apa sih, kontribusi kita ke agama Allah ini? Udah kontribusi? Kita masuk gak sih ke barisan penolong agama Allah? Penting ini! Jangan sampai kita gaada dibarisan itu, eh malah ketemu di barisan pengikut dajjal, naudzubillah!!!
Terfikir ga? Wahai muslimah, cewek-cewek sholihah ku… kalian akan menjadi seorang ibu kelak. Apa bisa seperti ibunda-nya Mehmet II, yang anaknya itu cerdas, multilingual, jago strategi, sholih, mengamalkan Sunnah rasul, dan segudang prestasi lainnya.
Sudah siapkah perbekalan ilmu kita untuk mendidik anak nantinya?
Insya Allah sekian dari ku di sharing2
kali ini, moga bermanfaat, dan semoga hati saya dan anda selalu berada diatas
agama Allah dan di atas ketaatan kepada Allah. Cobalah teman-teman mencicipi
jalan dakwah ini meski hanya sesendok. Karna “sampaikanlah walau hanya satu
ayat”, dakwah itu wajib bagi orang yang mengaku islam J
Comments
Post a Comment