Dimana saya merasakan pendidikan sebenarnya
Rasanya... Pendidikan itu bertujuan untuk mengajari orang yang belum tahu, menjadi tahu.. Yang bodoh menjadi pintar yang jahil menjadi alim.. Dan lainnya
Tapi, mengapa bila ku tatap negeri ini.. Bila kita mau masuk ke sekolah negeri.. Kenapa mereka hanya memperbolehkan orang yang nilainya mumpuni.. Sedang, banyak orang yang mungkin tidak pintar, tapi kemauan belajar mereka baru saja membara, tapi karena nilainya jelek, ia hanya berhasil masuk ke sekolah yg tidak favorit.. Yang notabennya guru suka marah-marah (tentunya ini membuat belajar tidak efektif kan?). atau bahkan mereka harus putus sekolah karena tak punya biaya untuk menimba ilmu di swasta.
Mungkin ada yang namanya jalur miskin..
Tapi kita semua tahu lah... Ada pihak berduit yang memasukkan anaknya lewat jalur tersebut. Entah berduit atau berpangkat. bahkan pihak itu berani mengancam dengan membawa senjata plus berseragam lengkap agar sang buah hati dapat belajar di tempat yang diinginkan.
Sulit, Padahal sekolah negeri seharusnya mendidik anak bangsa ini dari yang tadinya tak bisa menjadi terampil. Tujuan akhirnya apa? Untuk membangun bangsa ini tentunya..
Nah, kawan sekarang aku akan menunjukkan rasa pendidikan sesungguhnya. Yang bisa didapat oleh siapa pun kamu, dari kalangan manapun kamu, dan lulusan apapun kamu..
Pendidikan itu.. Aku sebut dengan kajian.
Hah? Kajian?
Karena dalam kajian, disana kamu bisa mendapati orang yang belum tahu sama sekali tentang islam... Ya. Nol besar, entah ia baru hijrah ataupun ia adalah seorang mu'alaf. siapapun boleh masuk masjid. kita tidak mungkin kan melarang preman untuk mengikuti kajian? pasti kita izinkan dia, karena dari hati yang paling dalam, kita ingin dia menjadi pribadi yang lebih baik. jangan kan preman muslim, orang kafir saja boleh mendengarkan kajian.
nilai plus-nya lagi, kita tidak diberitahu harus memakai seragam apa. sedang dalam sekolah, seragam diwajibkan. padahal tidak semua orang tua mampu membelikan anaknya seragam. lebih-lebih, seragam sekolah dapat mencapai harga jutaan rupiah. sekarang saya ingin bertanya, apakah seragam menambah kepintaran seorang siswa? nyatanya saat kuliah nanti, kita berbeda-beda seragam, namun tetap saja ada murid yang pintar dan ada yang malas.
coba kita pikir lagi, didalam kajian islami, kamu langsung dididik oleh guru yang berkualitas, bahkan mungkin lebih berkualitas daripada guru-guru di sekolah negeri atau pun perguruan tinggi.
Berkualitas karna apa? Karena,
1. Akhlak mereka, karena murid akan merasa nyaman belajar dengan akhlak guru yg terpuji, kadang kita dapati guru berkata kotor di kelas, entah itu bercanda ataupun mengejek muridnya yang nakal. Sedang para ulama? Mereka sangat santun nan menyejukkan
2. Berkah, berkah karena Sang ustadz ridho. Ustadz ridho ilmunya diberikan kepada jamaahnya, meskipun semisal jamaahnya bersikap tidak sopan kepadanya. Karna kenapa? Karena beliau2 ini bukan lah orang yang terburu2 pun bukanlah orang yang mudah naik darah.
Mereka telaten mendidik jamaahnya supaya semuanya dapat menuju jalan yang indah, sebagaimana yang ia rasakan. Ya, ia ingin berbagi rasa bahagia, tenang, dan indah dalam sebuah kata, islam.
3. Mereka mencontoh rasulullah. Siapa lagi coba, guru terbaik dimuka bumi ini? Sudah pasti rasulullah yang langsung dididik oleh Allah lewat malaikatnya. Yang mana Allah lah yang maha tahu tabiat manusia, dan maha tahu, cara belajar yang terbaik untuk manusia
Nah, bukan kah dengan mencontoh rasul.. Mendidik menjadi lebih ngena? Pantesan pelajaran agama itu paling mudah dimengerti ya, hehehe
4. Bukan sekedar tahu.. Tapi juga memahami. Kalau di sekolah, kita cuma belajar A dan B, dalam kajian, kita menyelami A dan B itu hingga mutiara-mutiara kemilau pun kita dapat.
Contoh, peredaran trio sahabat ini, yaitu bumi, bulan dan matahari. Dalam kajian kita mendalami, mengapa mereka beredar? Karena ada yang memerintah mereka tentunya.. Kenapa bumi, bulan, matahari itu ada? Nyatanya mereka ada untuk mengurusi kita, manusia yang kecil dan lemah ini. Nyatanya setiap ilmu itu digali sampai ketemu berliannya.
Contoh lain, di sekolah kita belajar tentang syahadat, rukun iman, rukun islam. Namun, dikajian perihal syahadat yang sejatinya cuma 2 kalimat. Terbongkar beribu amanat, makna yang mendalam, dan lainnya. Dan bahkan dari kajian itu pun, kita belum mendapati seluruh ilmu, bagaimana kalau cuma sekolah? Sungguh, ilmu didunia itu cuma setetes air saja.
Selain itu, dalam kajian.. Kita tidak cuma mendapat transferan ilmu tok. Tapi kita mendapati ilmu yang menambahkan iman kita dan mendekatkan diri kepada Allah.
Karna, sejatinya...
Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang mendekatkan kita kepada Allah
Mau ekonomi, sosiologi, biologi, fisika, kimia, bahasa inggris, olahraga, dsb. kalau kita kaitkan semua itu dengan islam, tentu berkaitan. Dan ujung-ujungnya adalah penambah iman kita kepada rajanya seluruh ilmu. Allah subhanahu wata'ala.
kuy sekali-kali ikut kajian, supaya kita tahu betapa indahnya majelis ilmu yang berkah dari awal sampai akhirnya. ^_^
Tapi, mengapa bila ku tatap negeri ini.. Bila kita mau masuk ke sekolah negeri.. Kenapa mereka hanya memperbolehkan orang yang nilainya mumpuni.. Sedang, banyak orang yang mungkin tidak pintar, tapi kemauan belajar mereka baru saja membara, tapi karena nilainya jelek, ia hanya berhasil masuk ke sekolah yg tidak favorit.. Yang notabennya guru suka marah-marah (tentunya ini membuat belajar tidak efektif kan?). atau bahkan mereka harus putus sekolah karena tak punya biaya untuk menimba ilmu di swasta.
Mungkin ada yang namanya jalur miskin..
Tapi kita semua tahu lah... Ada pihak berduit yang memasukkan anaknya lewat jalur tersebut. Entah berduit atau berpangkat. bahkan pihak itu berani mengancam dengan membawa senjata plus berseragam lengkap agar sang buah hati dapat belajar di tempat yang diinginkan.
Sulit, Padahal sekolah negeri seharusnya mendidik anak bangsa ini dari yang tadinya tak bisa menjadi terampil. Tujuan akhirnya apa? Untuk membangun bangsa ini tentunya..
Nah, kawan sekarang aku akan menunjukkan rasa pendidikan sesungguhnya. Yang bisa didapat oleh siapa pun kamu, dari kalangan manapun kamu, dan lulusan apapun kamu..
Pendidikan itu.. Aku sebut dengan kajian.
Hah? Kajian?
Karena dalam kajian, disana kamu bisa mendapati orang yang belum tahu sama sekali tentang islam... Ya. Nol besar, entah ia baru hijrah ataupun ia adalah seorang mu'alaf. siapapun boleh masuk masjid. kita tidak mungkin kan melarang preman untuk mengikuti kajian? pasti kita izinkan dia, karena dari hati yang paling dalam, kita ingin dia menjadi pribadi yang lebih baik. jangan kan preman muslim, orang kafir saja boleh mendengarkan kajian.
nilai plus-nya lagi, kita tidak diberitahu harus memakai seragam apa. sedang dalam sekolah, seragam diwajibkan. padahal tidak semua orang tua mampu membelikan anaknya seragam. lebih-lebih, seragam sekolah dapat mencapai harga jutaan rupiah. sekarang saya ingin bertanya, apakah seragam menambah kepintaran seorang siswa? nyatanya saat kuliah nanti, kita berbeda-beda seragam, namun tetap saja ada murid yang pintar dan ada yang malas.
coba kita pikir lagi, didalam kajian islami, kamu langsung dididik oleh guru yang berkualitas, bahkan mungkin lebih berkualitas daripada guru-guru di sekolah negeri atau pun perguruan tinggi.
Berkualitas karna apa? Karena,
1. Akhlak mereka, karena murid akan merasa nyaman belajar dengan akhlak guru yg terpuji, kadang kita dapati guru berkata kotor di kelas, entah itu bercanda ataupun mengejek muridnya yang nakal. Sedang para ulama? Mereka sangat santun nan menyejukkan
2. Berkah, berkah karena Sang ustadz ridho. Ustadz ridho ilmunya diberikan kepada jamaahnya, meskipun semisal jamaahnya bersikap tidak sopan kepadanya. Karna kenapa? Karena beliau2 ini bukan lah orang yang terburu2 pun bukanlah orang yang mudah naik darah.
Mereka telaten mendidik jamaahnya supaya semuanya dapat menuju jalan yang indah, sebagaimana yang ia rasakan. Ya, ia ingin berbagi rasa bahagia, tenang, dan indah dalam sebuah kata, islam.
3. Mereka mencontoh rasulullah. Siapa lagi coba, guru terbaik dimuka bumi ini? Sudah pasti rasulullah yang langsung dididik oleh Allah lewat malaikatnya. Yang mana Allah lah yang maha tahu tabiat manusia, dan maha tahu, cara belajar yang terbaik untuk manusia
Nah, bukan kah dengan mencontoh rasul.. Mendidik menjadi lebih ngena? Pantesan pelajaran agama itu paling mudah dimengerti ya, hehehe
4. Bukan sekedar tahu.. Tapi juga memahami. Kalau di sekolah, kita cuma belajar A dan B, dalam kajian, kita menyelami A dan B itu hingga mutiara-mutiara kemilau pun kita dapat.
Contoh, peredaran trio sahabat ini, yaitu bumi, bulan dan matahari. Dalam kajian kita mendalami, mengapa mereka beredar? Karena ada yang memerintah mereka tentunya.. Kenapa bumi, bulan, matahari itu ada? Nyatanya mereka ada untuk mengurusi kita, manusia yang kecil dan lemah ini. Nyatanya setiap ilmu itu digali sampai ketemu berliannya.
Contoh lain, di sekolah kita belajar tentang syahadat, rukun iman, rukun islam. Namun, dikajian perihal syahadat yang sejatinya cuma 2 kalimat. Terbongkar beribu amanat, makna yang mendalam, dan lainnya. Dan bahkan dari kajian itu pun, kita belum mendapati seluruh ilmu, bagaimana kalau cuma sekolah? Sungguh, ilmu didunia itu cuma setetes air saja.
Selain itu, dalam kajian.. Kita tidak cuma mendapat transferan ilmu tok. Tapi kita mendapati ilmu yang menambahkan iman kita dan mendekatkan diri kepada Allah.
Karna, sejatinya...
Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang mendekatkan kita kepada Allah
Mau ekonomi, sosiologi, biologi, fisika, kimia, bahasa inggris, olahraga, dsb. kalau kita kaitkan semua itu dengan islam, tentu berkaitan. Dan ujung-ujungnya adalah penambah iman kita kepada rajanya seluruh ilmu. Allah subhanahu wata'ala.
kuy sekali-kali ikut kajian, supaya kita tahu betapa indahnya majelis ilmu yang berkah dari awal sampai akhirnya. ^_^
Comments
Post a Comment