Muslim kok gitu amat sih?
Sebelum kita
membahas obrolan kali ini, ada baiknya baca berita di IslamPos tentang "dituding maling padahal hendak shalat tahajud khaidir meninggal dikeroyok massa" ~ cuss
bro sis
Nah,
jadi setelah mengetahui kabar diatas, timbul rasa miris, sedih, marah
(eh, marah atau kesel ya? haha)
kenapa
sih di indonesia bisa ada kejadian macam kasus ini?
yang
perlu dipikirkan adalah, masjid adalah tempat ibadah umat muslim, dimana kita
welcome banget buat seluruh muslimin, mau dia sholih atau bejad (waduuhh)
Dari kasus Khaidir, yang mana dapat kita ketahui bahwa masjidnya itu dikunci. Kenapa di kunci?
okelah karena ada barang-barang berharga... but sob.. dengan mengunci masjid,
seorang musafir yang kelelahan jadi tak bisa masuk beristirahat di dalamnya...
masak disuruh ke hotel, gak semua orang jaman now yang safar megang duit
banyakkk.. dengan mengunci masjid, orang yang ingin beribadah di masjid saat
larut jadi ga bisa.. sedih lah sedeeh aku tuh!!
point
ke dua di otak ku, kenapa di indonesia yang mayoritas Islam, Islam nih ya..
tapi mereka yang di kasus-kasus tersebut berani main hakim... udah ngelanggar
hukum, ngelanggar ajaran agamanya sendiri pula. Di islam, mana ada kita
menghukum seorang maling dengan hukuman gebuk sampai tewas. apalagi ini belom
ngemaling sesuatu (duhh plakk *tepok forehead). Beginikah muslim indonesia??
aku tahu gak semuanya seperti itu.. cukup pesan ini untuk yang merasa setuju
dengan tindak main hakim.
The
next point is, rajin-rajin lah sholatt... bila azan berkumandang, segera lah
datang.. sambutlah kemenangan!! jangan dipanggil buat ngeroyok orang baru mau
datang. apakah dengan mengeroyok sang "maling" kalian sudah merasa
menjadi mujahid Allah? apakah kalian merasa dapat pahala dengan ngegebukin
orang yang belum terbukti salah?
"oh,
saya mencegah maling ini dengan tangan saya, pasti Allah suka"
"abis,
dia mencurigakan sih..."
duh
sempit sekali pemikiran macam ni... coba kita hadirkan kalimat islam rahmatan lil 'alamin lagi di
pikiran kita. apakah yang kita perbuat mencerminkan pribadi yang rahmah?
jangan
salah artian dengan kata "rahmah" ini, jangan sampai kayak dia yang
menjabat tangan zionis israel yang jelas-jelas pembantai lalu dengan entengna
nyebut "we chose rahmah".. (wadaww aga meleset dari topik wkwkw, tapi
gapapa ya sob)
next,
suudzon alias prasangka buruk.. terlalu cepat menilai seseorang dari luar
saja.. padahal kita tak tahu apa yang ada di pikiran orang lain... alhasil
jadilah kasus sus sussss.
Jangan suudzonan duls , tabayyun yuk
wallahu
a'lam, wasallam guys
Comments
Post a Comment